Perbedaan Domain dan Hosting – Fungsi, Jenis dan Layanannya

Umur industri web hosting terbilang masih sangat muda. Inovasi 'hosting' baru ditemukan tahun 1983 di laboratorium CERN. (bandingkan dengan, misalnya, kereta api yang ditemukan di Inggris tahun 1804). Tak mengherankan bila masih banyak salah kaprah soal web hosting.

Misalnya, masih ada yang belum paham perbedaan domain dan hosting.

Di sisi lain, profesi yang berbasis Internet of Things (IoT) makin populer. Bahkan, pekerjaan blogger kini kerap masuk ke daftar cita-cita. Bagaimana mungkin salah kaprah di atas dipertahankan? Maka, demi masa depan kita semua, artikel kali ini akan fokus pada penjelasan beda hosting dan domain. Dua hal ini saling berkaitan.

Perbedaan domain dan hosting

Hosting dan domain: dua elemen dari bangunan website.

Baik. Ini hal pertama. Hosting dan domain bukanlah satu hal yang sama. Mereka adalah 2 elemen terpisah, yang bisa dikoordinasikan untuk menjadi pilar sebuah website.

Untuk lebih mudahnya, berikut pengertian apa itu hosting dan domain.

Hosting adalah tempat untuk menyimpan berbagai data di dalam suatu situs. Dalam kata lain hosting merupakan tempat untuk memasukan dan menyimpan data dalam bentuk sebuah situs. Sedangkan, pegertian domain secara umum adalah nama yang digunakan untuk mengidentifikasi sebuah situs web.

Pengertian hosting dan domain di atas bisa mengklarifikasi apa itu domain dan hosting. Jadi, pada dasarnya perbedaan domain dan hosting terletak pada fungsinya.

Jika hosting adalah rumah, domain adalah alamatnya.

Hosting sebagai penyimpanan dataBayangkan bahwa website adalah barang virtual Anda.

Barang ini, sama seperti kulkas atau televisi, tentu perlu diletakkan di suatu tempat. Di sinilah peran dan fungsi hosting, yaitu sebagai tempat penyimpanan data virtual.

Cara kerjanya mirip memori internal di smartphone atau komputer. Anda menyimpan data di hosting, dan kapasitas hosting akan berkurang. Kapasitas penyimpanan data ini cukup krusial, dan mempengaruhi harga layanan. Variasi ukurannya bisa antara 30 MB, 100 MB, 500 MB, 1 GB hingga tak terbatas (unlimited).

Di aspek lain, hosting juga berfungsi seperti pencatu daya. Power generator untuk website Anda.

Server hosting memastikan website dapat diakses selama 24 jam. Akses tersebut otomatis, tanpa operator. Dengan otomatisasi, via pemrograman, koneksi dan akses data ke website akan seamless, tanpa hambatan. Lancar jaya...

Skema domain name systemSementara itu, fungsi penting dari nama domain adalah menyediakan nama yang mudah diingat bagi suatu resource/server Internet, alih-alih berupa alamat numerik (dalam angka).

Praktek abstraksi nama dari angka alamat host di suatu jaringan bermula di tahun 1983. Perusahaan SRI International kala itu masih menamai dengan angka semua komputer host di jaringannya. Saat jaringan ini makin populer, maka penamaan hostname yang terorganisir semakin sulit. Dan di tahun 1983, ARPANET memperkenalkan Domain Name System dan saat itulah mulai dikenal nama domain.

Nah, sudah kentara fungsi hosting dan domain? Dari sini sebetulnya makin jelas perbedaan hosting dan domain.

Hosting dan domain punya subjenis masing-masing.

Untuk lebih menekankan perbedaan hosting dan domain, kita bisa melihat subtipe masing-masing elemen. Anda akan bisa melihat, bahwa subtipe masing-masing telah memiliki basis layanan yang terpisah.

Jenis Hosting

Variasi jenis hosting didasari berbagai hal. Bisa karena kapasitas penyimpanan, kepemilikan, hingga teknkologi yang dipakai. Jenis dari hosting ialah:

  • Shared hosting: suatu layanan website hosting yang bersifat pribadi, dan relatif tidak komersial. Jadi, layanan hosting ini tidak memerlukan dan menghiraukan banyaknya pengunjung yang mengakses website tersebut. Fitur email hosting pun terbatas untuk 1 atau 2 akun saja. Oleh karena itu, shared hosting juga bisa dijadikan sebagai penyimpanan data alternatif selain menggunakan memory.
  • Dedicated server: server utuh mandiri yang disewakan hosting provider. Layanan ini diarahkan untuk bisnis korporat. Dengan dedicated server, stabilitas akses website sangat terjamin, sehingga optimal untuk SEO.
  • Colocation: server hosting yang disediakan konsumen atau pengguna jasa hosting yang nantinya diletakkan di data pusat. Colocation adalah salah satu bagian dari layanan dedicated hosting.
  • VPS hosting (Virtual Private Server): hosting virtual (lewat bantuan aplikasi) sehingga kapasitas penyimpanan bisa setara atau lebih besar dari dedicated hosting. VPS terbilang cukup optimal untuk bisnis. Pengguna bisa menambah-kurangi kapasitas seiring berubahnya skala perusahaan.
  • Cloud hosting: layanan hosting berupa jaringan server yang saling terhubung. Jadi, satu website akan didukung oleh sejumlah server sekaligus. Ketika satu server mati, maka data akan diambillkan dari server lain di jaringan itu.

Jenis Domain

Nama domain terdiri dari beberapa label. Kita ambil contoh, www.dreamhost.com.

Hirarki domain menurun dari kanan ke kiri. Label paling kanan berupa top-level domain, seperti .com. Lalu, label di sebelah kirinya adalah subdomain dari label sebelah kanannya. Jadi, dreamhost.com adalah subdomain dari .com. Kemudian, www.dreamhost.com, adalah subdomain dari dreamhost.com.

Domain name hierarchy

Tiap label bisa berisi 1-63 octets, namun, tidak bisa lebih panjang dari 253 karakter ASCII (teks plus tanda titik).

Label top-domain juga biasa disebut sebagai 'ekstensi domain'. Jenis ekstensi domain ada ratusan jumlahnya. Jenis tersebut dibagi sesuai dengan fungsi masing-masing. Inilah contoh jenis nama domain TLD (Top Level Domain) yang sering digunakan :

  • domain com, digunakan untuk komersil.
  • domain gov, digunakan untuk kepentingan kepemerintahan.
  • domain edu, digunakan untuk kepentingan edukasi atau pendidikan.
  • domain mil, digunakan untuk keperluan kemiliteran.
  • domain org, digunakan untuk kepentingan organisasi non commerce atau non profit.
  • domain tv, digunakan untuk kepentingan bisnis broadcarter atau pertelevisian.
  • domain info, digunakan untuk penyebaran suatu informasi.
  • domain biz, digunakan untuk keperluan bisnis.
  • domain travel, digunakan untuk bidang pariwisata.

Di atas adalah TLD global (atau gTLD). Terdapat jenis untuk negara tertentu, yaitu country code TLD (atau ccTLD). Contohnya seperti .co.id atau .id. Artinnya, website dengan ekstensi tersebut dikhususkan untuk wilayah Indonesia. Contoh ccTLD lain adalah .jp, .uk, .us.

Cara kerja domain name systemDNS (Domain Name System)

Domain memiliki komponen yang bernama DNS. DNS ini akan mengatur ke server mana domain akan diarahkan. Misalnya Anda membeli paket hosting di perusahaan hosting A. Kemudian, Anda membeli domain di perusahaan hosting B. Maka, agar domain tersebut dapat digunakan untuk website yang disimpan di hosting A, DNS nya harus disetting diarahkan menuju server milik perusahaan hosting A.

Walaupun perusahaan hostingnya berbeda, itu tidak masalah asalkan settingan DNS nya benar.

Tetapi jika anda membeli hosting dan domain di perusahaan hosting yang sama, biasanya setingan DNS nya sudah mengarah pada server yang benar.

Hosting dan domain berbeda. Tapi, sering dijadikan sepaket.

Memahami perbedaan domain dan hosting akan menguntungkan Anda. Terutama, bila Anda lalu hendak bikin website. Atau bercita-cita jadi blogger.

Hosting dan domain bisa didapatkan secara bersamaan dengan cara:

  1. Hosting gratis - platform blogging seperti Blogger, WordPress.com, atau penyedia hosting gratis mempersilakan Anda membuat website. Hostingnya gratis. Namun, Anda harus memakai subdomain platform tersebut (alias, ada embel-embel 'blogspot.com' atau 'wordpress.com').
  2. Hosting berbayar, gratis domain - sejumlah web hosting terbaik punya layanan hosting yang gratis 1 nama domain.Dengan kata lain, kita hanya perlu membayar hostingnya saja (untuk periode minimal 12 bulan), tanpa perlu bayar harga domain.

Beberapa penyedia hosting di Indonesia sudah menyediakan paket seperti ini. Kami telah merangkumnya di artikel beli domain dan hosting.

Satu acuan dasar, gunakan hosting yang bisa di-upgrade sewaktu-waktu. Ini berguna jika website Anda makin populer. Saat kunjungan makin sering, Anda bisa meningkatkan kapasitas akses server Anda.

Jangan tertukar antara perbedaan hosting dan domain.

Tidak apa jika Anda masih awam soal web hosting. Anda mungkin dulu masih menggunakan arti kata domain dan hosting secara terbalik. Nah, semoga artikel ini bisa mengklarifikasi hal-hal yang masih membuat rancu.

Web hosting adalah tempat penyimpanan dari semua file suatu website. Bisa juga hosting diibaratkan sebagai rumah. Sedangkan, domain dapat diibaratkan sebagai alamat dari rumah website tadi.

Tertarik memiliki hosting dan domain sekaligus? Tilik laman web hosting terbaik untuk melihat provider yang kamirekomendasikan.

Gabriel (Ig: @gb.g.m) antusias mengikuti perkembangan terkini dunia web hosting dan SEO writing. Ia juga menulis cerpen eksperimental, dan esai imajinatif, di blog Tempat Duduk.
Leave a Comment

Dapatkan posting blog baru melalui email: