Joomla adalah sistem manajemen konten (CMS) untuk menciptakan dan mengelola website dinamis. Berbasis PHP dan MySQL, tatap muka yang intuitif dari Joomla adalah perangkat yang efisien untuk melakukan caching, web indexing, RSS feed hingga optimasi search engine (SEO).

Platform Joomla memiliki environment yang berbeda dari CMS lainnya. Oleh karena itu, di artikel ini akan dibahas juga cara membuat website dengan Joomla.

Joomla adalah

Apa itu Joomla?

Joomla adalah Content Management System (CMS) open source berbasis bahasa pemrograman PHP, dan menggunakan basis data MySQL, yang berfungsi dalam publikasi konten digital/web.

Nama 'Joomla' diambil dari bahasa Swahili (bahasa lokal di benua Afrika), yang berarti 'kebersamaan'. Hal ini dilatarbelakangi visi dan misi Joomla untuk meniptakan platform penerbitan digital yang multibahasa, gratis dan kolaboratif.

Pada tahun 2017, Joomla! duduk di peringkat ke-4 CMS terpopuler. CMS Joomla telah digunakan 2 juta website aktif dan memiliki nilai 6% dari pangsa pasar CMS secara global.

Cara kerja CMS Joomla!

Secara garis besar Joomla terdiri dari 3 elemen dasar, yaitu web server, skrip PHP dan database MySQL.

  • Web server terhubung ke internet/intranet. Peranti ini menyediakan (serve) konten dan mekanisme situs web, termasuk di dalamnya memproses permintaan user via protokol komunikasi yang sudah disepakati (misal, HTTP). Berkas teks, gambar, atau video adalah komponen umum yang ditransfer oleh web server menuju user.
  • Skrip PHP terdiri dari kode program dalam bahasa PHP.
  • Basisdata MySQL merupakan tempat penyimpanan sebuah data atau konten.

Akses terhadap situs Joomla adalah dengan mengeksekusi URL website yang telah terhubung dengan web server. Dari sini dimulai proses permintaan data, yaitu query string. Selain URL, terdapat juga informasi parameter konten (seperti section, category, ID article). Berdasarkan parameter tersebut, skrip Joomla (via MySQL) melakukan kontak dengan basis data lalu menghadirkan konten yang dimaksud.

Mekanisme ini berlaku untuk me-request konten dan layout tema desain web. Hasilnya adalah penghadiran halaman web dalam format HTML, CSS dan Javacript.

Kelebihan Joomla!

Joomla adalah salah satu platform CMS open-source. Ia terus diperbarui oleh komunitas pengembangnya - dan pada November 2018 sudah sampai pada versi Joomla! 3.9.

Joomla! 3.8 release

Beberapa kelebihan cara membuat website dengan Joomla adalah:User Consents - Joomla menyediakan fitur yang pmenangani data penting pengunjung (termasuk persetujuan cookie) secara otomatis.

  • Pengelolaan konten - Anda bisa menambahkan catatan di artikel (dalam panel backend), mencari baris tertentu dalam artikel, atau memunculkan module (seperti plugin di WordPress) hanya melalui pengetikan ID di artikel Anda.
  • Optimasi search engine - Tools SEO Joomla memiliki fitur metadata, keywords hingga mendukung Mod_rewrite untuk SEF URLs.
  • Multibahasa - Joomla tersedia dalam 70 modul penerjemahan konten, sehingga Anda bisa dengan mudah menciptakan situs web dengan fitur pemilihan bahasa.
  • Framework PHP - Joomla adalah CMS dengan framework PHP yang stabil dan ringan. Anda bisa menulis baris kode desain web atau aplikasi web dalam PHP. Anda juga bisa dengan mudah mengembangkannya sesuai keperluan.
  • Ekstensif - Lebih dari 1.700 Plugins tesedia secara resmi dan gratis. Plugins ini bisa diakses gratis di joomlacode.

Cara Membuat Website dengan Joomla

CMS Joomla bersifat sedikit manual. Artinya, Anda perlu mendesain atau merangkai sendiri aplikasi yang Anda perlukan. Misalnya, aplikasi Xampp yang berfungsi membantu pengembangan website.

Selengkapnya, berikut cara membuat website dengan Joomla.

1. Download file di situs Joomla

Langkah awal untuk membuat website dengan Joomla dengan men download file Joomla di situs resminya, pada gambar dibawah disediakan tombol untuk men download atau juga bisa untuk melihat demo dari Joomla tersebut.

Apa itu Joomla dan Cara Membuat Website dengan Joomla

2. Ekstrak file di htdocs

Setelah men download Joomla, hasil download lalu dilakukan proses ekstrak file menuju ke folder htdocs yang berada pada aplikasi Xampp. Karena disini menggunakan aplikasi Xampp tempat untuk menaruh folder index yaitu di htdocs. Beda lagi dengan aplikasi seperti Wamp yang peletakan indexnya berada di www dan begitu seterusnya dengan aplikasi semacamnya. Agar untuk memudahkan proses konfigurasi alangkah baiknya folder ekstrak di ganti menjadi nama yang mudah di baca dan hindari penggunaan spasi pada penamaan folder. Jika ingin menggunakan 2 kata, berikan tambahan karakter yaitu _ atau underscore.

Apa itu Joomla dan Cara Membuat Website dengan Joomla

3. Aktifkan Apache dan MySQL pada Xampp

Buka aplikasi Xampp. Di sini, sebagai cara membuat website dengan Joomla (offline), Anda harus mengaktifkan 2 Module dari Xampp yaitu Apache dan MySQL.

Apa itu Joomla dan Cara Membuat Website dengan Joomla

4. Mulai konfigurasi utama Joomla

Setelah mengaktifkan Apache dan MySQL, buka browser kemudian ketikan "localhost/namafolderjoomla" pada address bar. Sesuaikan nama cara memanggil dengan nama folder yang kalian buat di htdocs tadi.

Selanjutnya  nanti diarahkan pada halaman seperti bawah dan usahakan harus diisi jika terdapat symbol *.

Apa itu Joomla dan Cara Membuat Website dengan Joomla

  • Nama situs: isikan sesuai dengan nama situs yang dikehendaki. Misal disini diisikan dengan webdev atau sesuai dengan brand.
  • Deskripsi: penjelasan singkat mengenai website yang dibangun.
  • Padamkan situs: drag pilihan ke "tidak" supaya situs dapat diindex oleh pencarian google.
  • Email admin: masukan email yang digunakan sebagai identitas admi
  • Nama pengguna admin: dalam kata lainnya yaitu username, digunakan untuk melakukan login mengelola halaman admin.
  • Sandi Admin: masukan password yang digunakan untuk login halaman admin.
  • Konfirmasi sandi admin: konfirmasi ulang samakan dengan password yang sudah diisi di atasnya

Lalu klik berikutnya jika form sudah terisi semua.

5. Atur konfigurasi database

Dihalaman ini akan ditujukan pada halaman konfigurasi database.

  • Pada form pertama terdapat pilihan database yang digunakan saat ini menggunakan MySQLi
  • Untuk nama host isi saja dengan 'localhost'
  • Isi nama pengguna dengan default atau settingan pada di phpmyadmin dengan nama root
  • Sandi, secara default sandi kosong, sandi disini juga sama menggunakan sandi di phpmyadmin. Jika tidak pernah merasa mengganti sandi apapun di phpmyadmin, tinggalkan kosong saja.
  • Berikan nama database sesuai keinginan anda
  • Prefix atau yang awalan tabel, imbuhan depan dalam pemberian nama table dan sudah degenerate otomatis oleh Joomla.

Apa itu Joomla dan Cara Membuat Website dengan Joomla

6. Pasang sampel data

Pilihlah sesuai kebutuhan. Joomla akan memberikan beberapa sampel data sesuai dengan pilihan. untuk memudahkan pengguna pertama kali ketika nanti akan menggunakan halaman admin.

Apa itu Joomla dan Cara Membuat Website dengan Joomla

7. Instalasi berhasil

Proses instal sudah selesai. Cara membuat website dengan Joomla biasanya difinalisasi dengan langkah:

  • Hapus directory, supaya menandakan bahwa instalasi berhasil dan tidak adanya instalasi ulang.
  • Ada 2 pilihan tombol untuk menampillkan halaman yang berbeda, yaitu situs dan administrasi.

Apa itu Joomla dan Cara Membuat Website dengan Joomla

8. Tampilan awal pada website

Berikut tampilan halaman utama yang sebelumnya sudah diisi dengan data blog.

Apa itu Joomla dan Cara Membuat Website dengan Joomla

9. Tampilan pada halaman login administrator

Jika ingin masuk ke halaman administrator tulis di address bar seperti “localhost/webdev/administrator”

Login page Joomla

Tipe Ekstensi Joomla

Usai berhasil membuat website Joomla, ada lagi yang perlu dilakukan. Salah satunya adalah menginstall extension Joomla!.

Extension itu apa?

Dalam cara membuat website dengan Joomla, extension digunakan untuk mengelompokan beberapa program kecil yang bisa ditambahkan ke dalam situs. Ada 5 tipe extension (Plugins, Modules, Components, Templates dan Languages). Masing masing tipe extension memiliki fungsi yang berbeda beda.

Umumnya, Joomla Extensions didistribusikan dalam format file .zip. Atau, Anda bisa juga install extension lewat menu Extensions – Install/Uninstall. Setelah proses instalasi selesai secara otomatis Joomla akan mengelompokkan extension tersebut sesuai dengan tipenya.

Nah, berikut adalah beberapa tipe ekstensi yang dipakai di Joomla!.

1.Components

Components (komponen) berfungsi untuk menambahkan fungsionalitas dari sistem Joomla yang memiliki halaman untuk beberapa parameter. Sebagai contoh, VirtueMart atau fasilitas Document Manager (DOCMAN) memberi fitur dalam membuat kategori artikel, deskripsi, image, hak cipta, alamat link dan lain sebagainya.

Setiap component terdiri dari dua bagian. Pertama, back-end yang dipakai untuk keperluan administrasi. Lalu, front-end untuk menampilkan informasi. Anda bisa memanage component melalui menu Components.

2. Modules

Module adalah aplikasi mini penampil informasi, yang bisa ditempatkan di tiap sisi (kanan, kiri, atas dan bawah) halaman situs Joomla.

Joomla module in interface

Module mempercantik estetika desain situs karena dapat mengendalikan interface dan component yang terinstal. Selain itu ada fitur dari Module yang cukup inovatif. Misal, Anda bisa menampilkan gambar dan artikel secara random,  menjalankan dokumen video, audio dan animasi serta dokumen lain, sehingga tidak memiliki kesan yang terlihat monoton.

3. Plugins

Kalau Modules merekayasa interface website Joomla! Anda, Plugins lebih ke memperkaya elemen konten. Plugins adalah elemen aplikasii yang ditempatkan di dalam artikel. Sehingga, Anda bisa menyisipkan movie ke dalam artikel, menampilkan tooltips dan lain sebagainya.

Secara mendasar, terdapat 6 jenis plugin dalam versi dasar Joomla (versi 1.5x):

  1. Editors : mengubah metode editor dalam penulisan artikel.
  2. Contents: plugin untuk pengubahan konten.
  3. Editor-xtd : ekstensi dari plugin Editors untuk fitur yang lebih kompleks.
  4. Authentication: plugin yang menangani integrasi otentikasi di Joomla, misalnya, Gmail Authentication.
  5. Search : plugin yang merekayasa fungsi 'Search' dalam website
  6. System: merekayasa sistem Joomla terbaru agar bisa memakai module atau komponen dari Joomla versi lawas..

4. Templates

Pengunjung menilai website sejak dari pandangan pertama. Dan kebanyakan orang punya standar kerapian desain tertentu. Misalnya, mereka tidak suka bila website dipenuhi iklan. Berbagai template web Joomla! punya parameter berbeda soal ini. Tak hanya font, warna huruf dan lainnya, versi template juga diberlakukan.

Joomla! versi terbaru (saat ini Joomla! 3.9) umumnya tidak bisa memakai template versi terdahulu. Namun, Anda tenang saja. Beberapa website telah menyediakan template Joomla!,  yang dapat didownload secara gratis.

5. Languages

Extension ini digunakan untuk mengatur setting bahasa yang dipakai dalam situs. Anda bisa memanage-nya melalui menu Extensions – Language Manager.

Kesimpulan: CMS Joomla adalah platform yang ekstensif.

Aplikasi sistem manajemen konten (CMS) Joomla! digunakan 9% website di seluruh dunia. CMS ini menempati posisi ke-4 CMS terpopuler, di bawah WordPress, Drupal, dan Workplace. Fitur yang ekstensif, plastis (melalui konfigurasi PHP dan MySQL) ditengarai menjadi dasar kepopuleran CMS Joomla! ini.

Joomla! barangkali cukup menantang bagi pengelola web pemula. Hal ini dikarenakan cara membuat website dengan Joomla masih relatif pakai cara manual, khususnya bila dibandingkan CMS WordPress yang lebih user-friendly. Namun, pengguna awam tentu tak perlu risau mencoba Joomla!, karena platform open-source ini sudah memiliki basis komunitas yang memberikan sumber pengetahuan yang memadai mengenai cara memakai CMS Joomla!.

Gabriel (Ig: @gb.g.m) antusias mengikuti perkembangan terkini dunia web hosting dan SEO writing. Ia juga menulis cerpen eksperimental, dan esai imajinatif, di blog Tempat Duduk.

Leave a Comment

Get new blog posts by email: