6 Perbedaan Blog dan Website – Dari Budget, Sampai Fitur

Avatar

Redaksi

0 comments

2019-Maret-4th at 12:00

Ilustrasi Perbedaan Blog dan Website

Blog dan website adalah dua hal dari kategori yang sama. Blog dan website sama-sama dokumen HTML yang terhubung ke internet. Perbedaan blog dan website lebih terletak pada format halaman, konten, jenis platform/CMS, hingga kerumitan pembuatannya.

Di sisi lain, memang, beda website dan blog saat ini tidak semencolok dulu.

Saat ini blog dan website terlihat agak serupa. Penampilan blog sendiri tidak banyak berubah. Namun, ada sejumlah website pribadi yang memakai style blogging. Misal, lewat penampilan posting secara kronologis.

Secara lebih luas, perbedaan blog dan website terletak pada:

  • Jenis Situs - aspek statis dan dinamis menjadi pembeda blog dan website.
  • Konten - konten website pribadi lebih variatif daripada blog.
  • Platform - perbedaan fitur web dan blog berdasar pada jenis platform/ CMS.
  • Ownership - blog dan website sama-sama bisa dimiliki siapapun.
  • Biaya Pembuatan - website biasanya berbiaya lebih mahal daripada blog.
  • Desain - desain website dan blog berbeda secara template atau UX.

Secara umum, perbedaan blog dan website perusahaan (company profile) ialah seperti ini.

1. Jenis Situs - web dinamis dan statis.

Perbedaan blog dan website bisa dimulai dengan definisi dari masing-masing.

Website adalah sekumpulan dokumen HTML yang disimpan dalam server dan saling terhubung ke internet. Website pada umumnya bersifat web statis. Konten website seperti ini tidak banyak diubah sejak ia dipublikasikan.

Blog adalah situs web atau halaman web yang isinya rutin diperbarui. Dengan begitu, blog bersifat web dinamis. Aspek ini melengkapi salah satu karakter khas blog lainnya, yaitu cara penyampaian tulisan yang santai atau non-formal.

Jadi, perbedaan blog dan website secara jenisnya:

Website pada umumnya berjenis statis. Kontennya jarang diperbarui. Sementara, blog bersifat dinamis, dengan konten yang rutin diperbarui. Frekuensi pembaruan konten blog bervariasi. Selain itu, banyak blog yang menjadi bagian dari suatu website induk.

Fitur blog  pada umumnya berkisar untuk mengakses suatu artikel. Misal, kita bisa mendapat fitur akses artikel yang dibuat 3 tahun lalu. Fitur lainnya juga tidak jauh dari perihal artikel. Misalnya, fasilitas komentar artikel atau share artikel.

Sedangkan untuk website, fiturnya lebih beragam. Bahkan, tidak terbatas. Website Company Profile bisa memiliki  fitur pemesanan jasa, submit formulir data pengunjung, halaman galeri, serta fitur-fitur lainnya. Bahkan, website Company Profile bisa juga menyertakan laman khusus untuk blogging. Isinya berupa berita terkini perusahaan.

2. Konten – materi dan topik bahasan.

Website statis lebih condong berorientasi marketing. Website juga biasa mewakili suatu brand atau organisasi. Ada yang mengatakan website saat ini mirip 'toko virtual'. Website menjadi ruang Anda berpromosi, entah mempromosikan layanan, barang, atau informasi.

Konten website juga punya posisinya masing-masing. Di awal situs web ada nformasi tentang perusahaan. Info lain bisa meliputi profil, visi dan misi, foto anggota hingga informasi layanan yang ditawarkan oleh perusahaan.

Contohnya adalah konten website Drupal berikut.

Website resmi Drupal

Memang, tidak semua website berorientasi bisnis. Misal, website berita TheGuardian menawarkan konten berita yang diperbarui secara rutin. Sebut saja website informatif.

Konten informasi sendiri merupakan trademark dari blog. Namun, informasi dari blog punya nuansa khusus.

Konten blog berkisar pada topik-topik yang menarik atau terkini. Blogger, atau penulis blog, biasanya juga berfokus pada suatu tema besar. Misal, blog mengenai geologi, Academy Awards hingga style musik terkini. Dari sini perlahan-lahan suatu blog akan makin menampakkan sisi kepakaran (expertise).

3. Platform – aplikasi  pembuatan website dan blog.

Perbedaan blog dan website paling mendasar memang terletak pada platform-nya.

Website statis bisa dibuat dari berbagai jenis aplikasi.

Pertama, Anda bisa memakai website builder, seperti Wix, Weebly atau Webnode. Anda juga bisa membuatnya dengan Content Management System (CMS). CMS ada macam-macam, misal WordPress, Joomla, Magento. Hasilnya pun macam-macam gayanya. Namun, tak jarang desainer website memakai teknik koding manual. Ini memungkinkan tampilan yang benar-benar berbeda dari website lainnya.

Platform Blogspot WordPress dan Wix

Sementara itu, pembuatan blog tak serumit kebanyakan website.

Memang, blog adalah juga website. Blog kependekan dari 'web-log'. Istilah ini diciptakan John Barger sekitar tanggal 17 Desember 1997. Web-log berarti catatan dalam web yang diperbarui secara rutin.

Blog banyak dibuat via aplikasi Blogspot dan WordPress. Jarang sekali blog dibuat dari dasar (from scratch) menggunakan teknik koding manual.

Jenis-Jenis Website Selain Blog

Banyak artikel sudah membahas apa saja jenis website. Kita sudah tahu salah satunya, yaitu blog. Jenis-jenis situs web lain pun bermacam-macam. Mereka terkelompok dalam tujuan atau fungsi yang berbeda.

Berikut ini beberapa jenisnya:

  • Search Engine (atau Mesin Pencarian) - suatu website untuk menemukan sesuatu yang ingin Anda cari di internet seperti Google, Bing dan Yahoo.
  • Social Networking (atau Media Sosial) - jenis website untuk saling berkoumunikasi dan berinteraksi dengan teman di dunia maya, contohnya seperti Facebook, Twitter dan Instagram
  • Forum  - adalah website diskusi yang khusus membahas topik tertentu secara beraturan. Berbeda dengan sosial media, forum memiliki aturan-aturan yang mengikat anggotanya ketikan mengemukakan informasi. Contoh dari forum yang cukup populer adalah Kaskus, Ads.id dan Skyscrapercity
  • Portal Berita  - yaitu website yang selalu update menyediakan berita dan informasi tentang suatu hal yang sedang terjadi saat ini. Contoh portal berita di Indonesia adalah Detik.com, Kompas.com dan Okezone.com
  • Sistem InformasiInternal   - misalnya, seperti Sistem Informasi Kepegawaian (yang berbasis website) dan Sistem Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN). Website seperti ini dibuat untuk mempermudah proses administrasi suatu hal sehingga bisa digunakan bersamaan secara online.
  • E-Commerce (atau Toko Online) - misalnya, Tokopedia, Bukalapak dan Lazada. Pada umumnya, terdapat dua jenis toko online yaitu yang berupa B2C (Bussines to Customer) dan C2C (Customer to Customer).
  • Company Profile  - adalah website yang dibuat dan dimiliki perusahaan sebagai representasi perusahaan tersebut di internet.
  • Hosting Provider  - misalnya, ArdHosting, Hostinger, Niagahoster dsb)
  • Blog - jenis website biasanya milik pribadi atau sebagai bagian tertentu dalam website.

Kemunculan situs media streaming (seperti Youtube, Spotify) menambah panjang daftar jenis situs web. Dan sepertinya, inovasi akan terus terjadi.

Dari daftar di atas ada sesuatu yang jelas terlihat. Mengatakan 'blog bukanlah website' adalah hal yang salah kaprah. Namun, keduanya memang berbeda secara fungsi.

4. Pemilik – Blog dan website bisa dimiliki siapa saja

Sebenarnya ini bukan perbedaan. Tapi, kesamaan.

Dulu, blog biasa dimiliki satu orang saja. Jadi bisa dibilang blog adalah proyek pribadi. Artinya, kepemilikannya adalah individual. Ini membedakan dengan website perusahaan yang dimiliki suatu badan usaha yang terdiri dari beberapa orang.

Namun, tren beralih.

Blog Huffington Post

Blog berita Huffington Post mengubah persepsi publik. Blog ini naik daun sebagai jenis jurnalisme digital, lalu menggaet penulis-penulis profesional. Blogging pun beralih dari diary, menjadi platform berita - sama seperti website berita lainnya.

5. Biaya – Bikin blog lebih murah daripada bikin website

Perbedaan website dan blog selanjutnya adalah biaya pembuatan dan perawatan. Membuat dan merawat blog jauh lebih murah daripada membuat website.

Harga bikin blog dan website

Membuat blog pada umumnya lebih mudah. Platformnya banyak dan gratis, misalnya Blogspot. Di platform seperti ini, biasanya juga telah tersedia berbagai tema yang bisa disesuaikan dengan selera.

Anda juga bisa hosting blog sendiri. Cara membuat blog dengan CMS WordPress  hanya perlu beberapa klik saja. Namun, untuk ini, sebaiknya Anda juga memakai hosting jenis WordPress Hosting. Layanan ini telah menyesuaikan spek dengan kebutuhan blogAnda.

Anda tidak akan dikenakan biaya sama sekali ketika menulis blog di situs ini.

Sementara untuk website Company Profile, diperlukan biaya lebih banyak. Karena profesionalitas Anda diperhatikan. Anda perlu juga memilih jenis hosting dan nama domain sendiri. Website perusahaan yang dibikin khusus juga memerlukan biaya development.

Cara membuat website juga bisa memakai CMS. Namun, Anda biasanya perlu sedikit paham mengenai bahasa pemrograman.

Selain itu, website builder gratis bisa juga dipakai jika Anda ingin membuat website sederhana. Biayanya gratis, namun, tampilan situs tidak kalah profesional.

6. Desain Web

Tulisan dalam blog (atau disebut blog post) pun ditampilkan secara urut dalam satu halaman (kronologis). Itulah kenapa tampilan blog mirip jurnal pribadi atau diary.

Contoh weblog chronological order

Blog biasanya hanya berisi catatan atau teks artikel yang diterbitkan secara berkala. Posting itu juga diurutkan berdasarkan tanggal dalam satu laman. Artikel yang lebih baru akan muncul di depan, sedangkan artikel lama ditampilkan di bagian laman selanjutnya.

Hal ini sebenarnya juga mencakup blog dan website jenis tertentu (website gratis). Blog menggantungkan diri dari performa platform (seperti Blogger atau WordPress). Hal serupa terjadi untuk website buatan website builder, apalagi yang gratisan.

Website perusahaan yang memakai hosting terpisah akan lebih bebas. Website bisa memakai berbagai pilihan hosting, misal memakai VPS terbaik untuk akses yang sangat cepat.

Kesimpulan: Website dan Blog

Perbedaan blog dan website terlihat dari konten, desain, platform, hingga biaya pembuatannya. Website bersifat statis dan berorientasi marketing. Blog adalah website dinamis dan lebih bercorak pribadi. Website statis lebih efektif sebagai platform transaksi daring. Sementara, blog cocok sebagai tempat menunjukkan keahlian Anda pada suatu bidang.

Nah, semoga Anda makin paham apa beda blog dan website. Jika ada yang belum Anda pahami, jangan sungkan menulis pertanyaan Anda di kolom komentar di bawah. 😀


Avatar
Redaksi

Redaksi


Hostinger logo
9.7 /10
9.5 /10
7.0 /10