Apa Saja 8 Jenis Algoritma Google? – Trik SEO

Sejak 2011, telah terdapat 8 major update dalam algoritma Google. Jenis algoritma menyangkut perbaikan kualitas search results, hingga 'menghukum' website yang dianggap kurang relevan atau sekadar 'jualan'.

Memahami jenis algoritma Google dianggap penting bagi kelangsungan situs web siapapun. Hal ini berkaitan dengan elemen optimasi search engine (SEO), yang memberi dampak pada jumlah kunjungan, atau traffic, yang didapat oleh sebuah situs web.

Google algorithms change and updates

Apa itu Algoritma?

Algoritma adalah suatu penentuan definitif untuk menghitung, memproses data dan pelaksanaan analisa otomatis. Algoritme Google sendiri adalah metode pencarian jawaban berdasar kata kunci. Jadi, algoritma Google berusaha menebak makna kata kunci, lalu mencari jawaban di indeks yang sesuai. Google tidak menyajikan miliaran situs web, namun, menaruh situs web yang paling berguna dan relevan pada pertanyaan pengguna.

Alur ekspresi algoritma adalah sebagai berikut.

Ia dimulai dari posisi awal dan input awal. Lalu, suatu instruksi menjabarkan komputasi yang bila dijalankan akan menghasilkan prose-proses eksekusi tertentu, hingga ia memproduksi suatu hasil akhir (output).

Pakar matematika klasik Yunani menggunakan algoritma 'saringan Erastothenes' dalam menentukan angka prima (1,3,5,7,11,13, dst).

Contoh lain adalah penggunaan algoritma Euklid untuk menemukan faktor pembagi terbesar (FPB) dari dua buah angka.

Kata algoritma diambil dari matematikawan abad ke-9, Muhammad ibn Musa al-Khwarizmi. Jika dilatinkan menjadi Algoritmi. Pada abad ke-20, algoritma menjadi suatu bentuk model matematika saat matematikawan David Hilbert pada tahun 1928 berupaya mendefinisikan 'model hitung yang efektif'.

Algoritma Google

Google adalah, barangkali Anda sudah kenal, layanan mesin pencarian dengan program otomatis bernama 'Spiders' atau 'Crawlers'. Program inilah yang merupakan suatu hasil algoritma khusus untuk menghasilkan hasil pencarian.

Google algorithm changes

Algoritma terbukti efektif dalam membantu penyisiran data digital. Anda mungkin bertanya, berapa banyak data yang tersimpan di internet?

Satu cara menjawabnya adalah menghitung total data yang disimpan perusahaan online storage, seperti Google, Amazon, Microsoft dan Facebook. Dari keempat itu saja sudah terdapat 1,2 juta terabyte data. Angka itu belum mencakup provider online storage lain seperti Dropbox, Barracuda, dan SugarSync.

Search engine results page (SERP) of Google

Keistimewaan algoritma Google adalah caranya me-rangking hasil pencarian dalam Search Engine Results Page (SERP). Ini adalah halaman tempat Google mnyajikan hasil pencariannya berdasarkan suatu kata kunci.

Search results yang disajikan terbilang sangat relevan. Itulah yang membuat Search Engine Google cukup disukai, dan dihormati.

Secara spesifik, Google sendiri menjadikan Algoritma Google sebagai rahasia perusahaan. Namun, mereka tetap berbagi fakta umum mengenai pembaruan algoritma dalam mesin mereka (yang biasanya terjadi setahun sekali) .

Update tersebut bertujuan untuk memperbaiki bug yang ada agar hasil yang ditampilkan oleh search engine atau mesin pencari memberikan hasil yang bermutu dan semakin relevan bagi pengguna.

Jenis Jenis Algoritma Google

Google memperbarui algoritma search engine mulai tahun 2011. Berikut adalah sejumlah major update tersebut:

1. Google Panda

Google PandaTahun update: 2011

Sasaran:

Konten kualitas rendah. Misalnya, konten duplikat (hasil plagiarisme/copy-paste), web spam, konten dengan kata kunci yang asal diulang tanpa konteks (keyword stuffing).

Cara kerja:

Algoritma Google Panda menilai skor kualitas suatu halaman website. Skor atau nilai ini kemudian digunakan sebagai faktor peringkat pada mesin pencari.

Awalnya, Panda adalah filter bagian dari algoritma Google. Namun, pada Januari 2016 secara resmi ia dimasukkan ke dalam algoritma inti. Rilis update Panda terjadi cukup sering, sehingga meningkatkan frekuensi hukuman dan pemulihan terhadap website yang dianggap melanggar aturan search engine Google.

Cara Penyesuaian:

  • Gunakan tools seperti Copyscape untuk memeriksa adanya duplikasi konten.
  • Upayakan menulis konten yang tipis dan isikan keyword secara kontekstual.
  • Jika Anda memiliki situs e-commerce dan tidak dapat membuat konten yang unik 100 persen, cobalah untuk menggunakan gambar asli yang anda miliki. Gunakan ulasan pengguna untuk membuat deskripsi produk agar lebih menonjol.

2. Google Penguin

Google PenguinTahun update: 2012

Sasaran:

Situs spam. Algoritme Google Penguin menyaring situs dengan backlink hasil jual beli. Ini biasanya bertujuan untuk menaikkan ranking di SERP Google. Awalnya terdapat penalti. Belakangan, praktik backlink yang kurang sportif hanya diberi nilai rendah di SERP.

Cara kerja:

Backlink merupakan faktor penting dalam kegiatan SEO off-page. Namun jika backlink tidak relevan dengan konten website Anda, itu justru akan dicurigai sebagai upaya spamming.

Backlink, alias link eksternal yang mengacu ke situs Anda, adalah metrik dalam peringkat Google. Makin banyak backlink ke situs Anda menandai makin banyak orang menyukai atau menilai bagus konten Anda. Otomatis, situs Anda juga akan mendapat peringkat lebih tinggi di Google.

Algoritma Google Penguin bekerja meneliti kualitas backlink ini secara live (real-time). Ia akan memonitor tautan atau backlink yang dianggap manipulatif. Kemudian, Google akan menurunkan peringkat situs dengan tautan semacam itu.

Sejak akhir 2016, Penguin telah menjadi bagian dari algoritma inti Google.

Cara Penyesuaian:

  • Gunakan tool seperti SEO SpyGlass Backlink Research untuk memantau pertumbuhan backlink website Anda
  • Hapus backlink mencurigakan (link yang mengarah ke website spam, konten dewasa, atau yang melanggar Terms of Service Google).
  • Sisir kolom Comment halaman situs web. Jika ada link (dari user) yang mengarah ke aktivitas spam, itu akan merugikan situs web ada.

3. Google Hummingbird

Google PigeonTahun update: 2013

Sasaran:

Penyampaian search results yang cepat dan akurat. Menghindari konten yang 'mekanis' (sekadar memperbanyak keyword dalam konten).

Cara Kerja:

Algoritma Hummingbird memberi penekanan pada query (pencarian) dalam bahasa sehari-hari. Hasil riil-nya adalah Google mampu menentukan peringkat suatu konten meskipun tidak mengandung kata/frase tepat seperti query pencarian. Hal ini dilakukan dengan mempertimbangkan konteks, makna, pengindeksan, istilah, hingga sinonim dari sebuah kata kunci.

Selain itu, Hummingbird membantu penelusuran yang lebih akurat. Google bisa masuk 'lebih dalam' ke halaman/konten tertentu, alih-alih sekadar menunjukkan halaman utama (homepage) dari suatu situs web.

Cara Penyesuaian:

  • Matangkan keyword research, namun, fokuslah pada konsep, bukan sekadar pemosisian kata kunci.
  • Upayakan menulis secara natural, alih-alih hanya menempatkan kata kunci di luar konteks.
  • Perluas penggunaan sinonim dan istilah lainnya yang serupa.
  • Gunakan elemen search suggestion Google untuk memperkaya konten. Search suggestion adalah kata/frase yang muncul dalam mesin pencarian Google saat kita mengetikkan suatu kata kunci.

4. Google Pigeon

Google Pigeon updateTahun update: 2014

Sasaran:

SEO on-page dan off-page yang buruk. Peningkatan parameter rangking jarak dan lokasi situs web/konten dari posisi pencari. Hasil pencarian menjadi lebih relevan sesuai lokalitas seorang pencarian.

Cara Kerja:

Google Pigeon mempengaruhi hasil penelusuran sesuai dengan lokasi pengguna. Update algoritma pencarian ini menciptakan hubungan yang lebih baik antara algoritma lokal dan algoritma inti. Faktor SEO digunakan untuk menentukan hasil di peringkat lokal.

Cara Penyesuaian:

  • Tools WebSite Auditor bisa memberi analisa halaman web (on-page analysis). Anda bisa melihat aspek mana dalam halaman situs Anda yang perlu dioptimasi.
  • Daftarkan toko/bisnis Anda ke direktori bisnis yang relevan. Ini akan membantu Anda mendapat backlink.

5. Google Mobile

Google Mobile-Friendly filterTahun update: 2015

Sasaran:

Mengurangi dukungann ke situs yang tidak mobile friendly,  atau tidak mendukung penampilan situs ke dalam format perangkat gawai (smartphone, tablet). Algoritma ini sudah masuk ke core algorithm dari mesin pencarian Google.

Cara Kerja:

Pembaruan Algoritma Google Mobile memastikan situs yang mobile-friendly berada di rangking puncak penelusuran via gawai. Sementara, situs yang hanya didesain untuk PC/laptop saja akan didepak dari SERP Google. Anjloknya rangkin situs semacam itu cukup serius, dan masif, sehingga update algoritma ini dijuluki 'Mobilegeddon' atau 'Mobicalpyse'.

Cara Penyesuaian:

6. Google RankBrain

Google RankBrainTahun update: 2015

Sasaran:

Menghasilkan search results yang lebih akurat. Penyempurnaan filter Hummingbird. Akibatnya, update ini akan menggusur konten tanpa fitur query (kata kunci atau sinonim) yang relevan, konten dangkal atau terlalu pendek, juga desain user experienc (UX) yang buruk.

Cara kerja:

Sebagai bagian dari algoritma Hummingbird, RankBrain memakai teknik 'machine learning' untuk memahami makna di balik suatu frase/kata pencarian. Algoritma ini memproses ratusan sinyal (berupa kata, desain, elemen yang dipakai suatu halaman situs), lalu menyajikan hasil pencarian yang paling cocok.

Google menempatkan RankBrain sebagai faktor terpenting ketiga dalam penentuan ranking SERP.

Cara Penyesuaian:

  • Lakukan riset konten atau perkaya konten Anda dengan informasi yang relevan. Gunakan tools seperti Feedly.
  • Perkaya kosa kata yang relevan dalam penulisan konten Anda.

7. Google Possum

Google PossumTahun update: 2016

Sasaran:

Diversifikasi hasil pencarian di tingkat local (atau local results). Imbas riil terhadap ranking Local Finder (daftar lokasi terdekat di pencarian Google Map).

Cara kerja:

Algoritma Google yang dinamai 'Possum' membantu pengayaan hasil pencarian lokal. 'Sinyal' yang diperhatikan oleh algoritma ini adalah posisi pencari (GPS), seberapa dekat pencari dari suatu alamat, hingga preferensi Anda terhadap bisnis tersebut.

Pencarian dalam algoritma ini juga menghasilkan diferensiasi search result bahkan dalam query yang hampir sama. Misal, kata kunci 'jogja kopi' dan 'jogja kopi com' akan menunjukkan hasil yang jauh berbeda.

Cara Penyesuaian:

  • Pelaku bisnis lokal mengimplementasi lebih banyak lagi kata kunci. Ini untuk menangani variabilitas yang dibawa Possum ke SERP (Search Engine Result Page) lokal.
  • Saat memeriksa rangking website anda, pastikan anda melakukannya dari lokasi target Anda.
  • Pemilik bisnis bisa mendaftarkan usahanya ke Google Business agar lokasi usaha dideteksi Google dan muncul dalam mesin pencari.

8. Google Fred

Google FredTahun update: 2017

Sasaran:

Memangkas konten yang 'tipis', halaman yang berafiliasi dengan iklan atau banyak menampilkan iklan. Ini menjadi sasaran karena konten tidak relevan dan berpotensi melanggar Google webmaster guideline.

Cara kerja:

Algoritma 'Fred' ini terjadi tanpa pemberitahuan pada sekitaran 7-9 Maret 2017. Namun, Google sendiri baru melakukan rilis pada tanggal 24 Maret tahun itu.

Fred sendiri bisa dibilang bukan semata-mata algoritma. Fred menjadi nama panggilan untuk seluruh update algoritma yang terjadi kemudian, per 24 Maret.

Jadi, pada dasarnya update algoritma Fred akan berusaha menaikkan kualitas hasil pencarian.

Ini adalah update algoritma google yang menurut saya pribadi paling sadis.

Tahun 2016 saya sempat menggunakan website AGC yang tentunya melanggar TOS google. Ketika Google meluncurkan algoritma Fred di awal tahun 2017, seluruh website AGC saya tersebut dibabat habis oleh Google.

Jumlah visitor menurun drastis dan website terkena peringatan major spam alias deindex.

Cara Penyesuaian:

  • Pelajari Panduan Webmaster Google.
  • Jangan mencoba mengelabui Google agar menganggap halaman website kita berisi tentang materi tertentu padahal isinya hanya halaman dengan penuh iklan atau link afiliasi.

SEO: Search Engine Optimization

Bila dijelaskan secara ringkas,

Search Engine Optimization atau SEO adalah sejumlah proses untuk meraup kunjungan web (traffic) dari hasil pencarian organik atau non-berbayar dalam suatu mesin pencarian. Proses mencakup optimasi kata kunci, on-page elements, hingga links. SEO biasa dimulai lewat analisa halaman atau on-site audit.

Seluruh 8 algoritma Google di atas mengarah pada kualitas search results yang relevan dan akurat. Website dengan konten yang relevan pada suatu query akan mendapat ranking SERP yang tinggi. Sebaliknya, konten dangkal dan spamming akan didepak dan diletakkan di barisan bawah search results.

Ada sejumlah faktor yang mempengaruhi SEO. Contohnya, terdapat pengaruh hosting terhadap SEO, di mana kualitas hosting situs web Anda berpengaruh pada peringkat situs di Google.

Namun, apa faktor utama SEO?

Disarikan dari artiikel Search Engine Land, ada 3 faktor utama ranking Google:

  • Backlink, atau eksternal link - ini faktor pertama yang menurut Google merupakan indikasi kualitas konten yang baik.
  • Kata kunci - faktor kedua ini adalah penggunaan kata dalam sebuah konten (kata kunci, sinonim, pengindeksan kata, hingga TF-IDF alias pentingnya suatu kata dalam keseluruhan kata dalam suatu bahasa).
  • Analisa RankBrain - seperti ditulis di atas, faktor RankBrain mencakup ratusan sinyal yang dikompilasi oleh algoritma Google mengenai kualitas suatu situs.

Kesimpulan Algoritma Pencarian Google

Pembaruan algoritma Google sejak 2011 berusaha mempromosikan konten atau situs yang relevan pada suatu pencarian. Ini tidak terbatas pada cara kerja robot yang 'kalau tidak A, ya tidak'. Namun, Google mengatur search engine Google agar lebih bernuansa 'human', artinya bisa memahami apa yang sebenarnya dimaksud pengguna saat menggunakan suatu kata kunci.

Artinya, algoritma Google sampai pada upaya memahami makna tersirat dari suatu frase/kalimat pencarian.

Hal di atas pada akhirnya menggugah praktik blogging dan kreasi konten digital. Untuk bisa mendapat posisi bagus di Google (dan search engine lainnya), Anda perlu melakukan Search Engine Optimization (SEO). Anda bisa melakukan audit situs web Anda, meningkatkan kualitas backlink, hingga memilih hosting terbaik untuk menambah kecepatan akses situs.

Demikianlah penjabaran jenis algoritma Google. Semoga Anda makin memahaminya dan makin mengerti apa yang perlu dioptimasi dari konten atau situs web Anda sendiri.

Protected by Copyscape
Gabriel (Ig: @gb.g.m) antusias mengikuti perkembangan terkini dunia web hosting dan SEO writing. Ia juga menulis cerpen eksperimental, dan esai imajinatif, di blog Tempat Duduk.
Dapatkan posting blog baru melalui email: