Pengertian E-Commerce – [Plus] Tantangan E-Commerce di Indonesia

E-commerce adalah aktivitas jual beli produk melalui layanan online atau via internet. Perdagangan elektronik juga mengacu pada hal yang sama, yaitu penerapan e-bisnis terkait transaksi komersial, mulai dari transfer dana secara elektronik, pemasaran elektronik hingga pertukaran data elektronik.

Beberapa netizen mendefinisikan pengertian e-commerce sebagai situs komersial. Tempat beriklan dan promosi produk secara efisien.

Pengertian e commerce atau perdagangan elektronik

E-Commerce adalah kolaborasi dagang dan teknologi.

Legendanya – dan mungkin benar-benar terjadi – perdagangan elektronik pertama di dunia mungkin terjadi pada tahun 1971/1972. Saat itu jaringan ARPANET dipakai mahasiswa di Stanford Artificial Intelligence Laboratory dan MIT. Apa yang diperjual-belikan?

Marijuana. 

Tidak diketahui apa motif jual-beli di antara penggila teknologi tersebut. Namun, dari situlah muncul bentuk relasi bisnis yang dimediasi oleh world wide web (internet).

Di luar kelompok counterculture, yang menjadi pondasi e-commerce adalah penemuan sistem online shopping oleh Michael Aldrich pada tahun 1979. Dari sini, mulailah berkembang pola relasi bisnis, jenis produk digital dan konvensional, hingga teknologi SSL (Secure Socket Layer) yang membuat transaksi online bisa berjalan dengan aman.

Kini bisnis e-commerce mulai berkembang pesat dalam memasarkan sebuah produk, dengan menggunakan bantuan toko online semua proses mulai dari pengaksesan produk, pemesanan produk, memilih metode pengiriman sesuai keinginan dan membayar untuk pembelian produk dengan metode kartu debit.

Pengertian E-Commerce

E-commerce adalah aktivitas jual beli produk melalui layanan online atau via internet. Perdagangan elektronik juga mengacu pada hal yang sama, yaitu penerapan e-bisnis terkait transaksi komersial, mulai dari transfer dana secara elektronik, pemasaran elektronik hingga pertukaran data elektronik.

Industri IT melihat kegiatan e-commerce sebagai penerapan e-bisnis (e-business) yang khusus berkaitan dengan transaksi komersial, seperti transfer dana secara elektronik, SCM (supply chain management), pemasaran elektronik (e-marketing) atau pemasaran online (online marketing), pemrosesan transaksi online, pertukaran data elektronik, dan lain-lain.

Selain teknologi jaringan www, e-commerce juga memerlukan teknologi basisdata atau pangkalan data (databases, e-mail dan teknologi non komputer seperti sistem distribusi dan pembayaran untuk e-dagang ini.

Manfaat E-Commerce bagi penjual dan pembeli

Banyak keuntungan yang dapat diterima e-commerce dan tidak dapat diperoleh melalui transaksi konvensional. Keuntungan penggunaan e-commerce adalah dapat dibagi menjadi dua bagian, yaitu keuntungan bagi pedagang dan keuntungan bagi pembeli.

Bagi penjual, manfaat e-commerce adalah sebagai berikut.

  • Sumber pendapatan: Aliran pendapatan baru yang mungkin lebih menjanjikan, sehingga tidak bisa ditemui di sistem transaksi tradisional.
  • Melebarkan jaringan global. Jika sebelumnya pedagang hanya memiliki toko fisik, maka transaksi penjualan dibatasi oleh wilayah geografis yang dapat dijangkau. Seiring munculnya mCommerce, yaitu, perdagangan elektronik pada perangkat mobile, telah memutuskan segala keterbatasan geografis yang tersisa
  • Efisiensi biaya operasional. Berhubungan langsung dengan pelanggan melalui internet dapat menghemat kertas dan biaya telepon, tidak perlu menyiapkan tempat ruang pamer (outlet), staf operasional yang banyak, gudang yang besar dan sebagainya.
  • Peringkasan product cycle dan management supplier. Perusahaan dapat memesan bahan baku atau produk supplier langsung ketika ada pemesanan sehingga  perputaran barang lebih cepat dan tidak perlu gudang besar untuk menyimpan produk – produk tersebut.

Bisnis perdagangan elektronik juga mendatangkan keuntungan bagi pembeli, antara lain:

  • Home shopping. Pembeli dapat melakukan transaksi dari rumah sehingga dapat menghemat waktu, menghindari kemacetan, dan menjangkau toko-toko yang jauh dari lokasi.
  • Nyaman. Tidak perlu pelatihan khusus untuk bisa belanja atau melakukan transaksi melalui internet.
  • Variasi pilihan produk. E-commerce adalah pembeli yang memiliki pilihan yang sangat luas dan dapat membandingkan produk maupun jasa yang ingin dibelinya.
  • Belanja setiap saat. Pembeli dapat melakukan transaksi kapan saja selama 24 jam per hari, 7 hari per minggu.

Jenis E-Commerce

Ada 3 area besar e-commerce, yaitu sebagai berikut:

  • Distribusi online: E-commerce memampukan belanja online ke toko retail (seperti Lazada, JD.id, Amazon),ff langsung oleh customer via situs web atau aplikasi smartphone.
  • Pasar Online: E-commerce menyediakan atau berpartisipasi sebagai bursa daring (online marketplace). Di sini terjadi proses bisnis B2C (business-to-business) hingga C2C (customer-to-customer).
  • Lelang online: proses transaksi lelang barang konvensional, atau digital, yang dimediasi oleh internet.

Dari jenis e-commerce tersebut diturunkan sejumlah klasifikasi bisnis online. Orang lebih mengenal toko online, namun, sebenarnya klasifikasi e-commerce ada lebih banyak dari itu. Berikut ini adalah beberapa contohnya.

1.  Iklan baris (Business listing/classified ads)

Find Classified Ads BootClassifiedModel bisnis e-commerce adalah sangat sederhana. Umumnya Anda hanya peru bermodal website saja. Ada dua kriteria yang biasa dilakukan pada model bisnis ini:

  • Website yang bersangkutan tidak memfasilitasi kegiatan transaksi online.
  • Penjual individual dapat menjual barang kapan saja, di mana saja secara gratis.

Sudah banyak sekali situs iklan baris yang terkenal di Indonesia dan Forum Jual beli. Pada dasarnya situs yang menyalurkan jasanya tidak mengharuskan penjualnya untuk menggunakan fasilitas rekening bersama atau escrow. Jadi transaksi masih dapat terjadi langsung antara penjual dan pembeli.

Metode transaksi yang paling sering digunakan dalam e-commerce adalah metode cash on delivery atau COD. Situs iklan baris seperti ini cocok bagi penjual yang hanya ingin menjual sesekali transaksi saja, seperti barang bekas atau barang yang stoknya sedikit.

2. Marketplace

Flippa Where businesses are bought and soldModel bisnis seperti ini dalam e-commerce adalah ketika suatu website tidak hanya membantu mempromosikan barang dagangan saja, tapi juga memfasilitasi transaksi uang secara online.

Satu contoh marketplace adalah Flippa. Situs ini menjadi tempat temu penjual produk dengan pembeli, yang umumnya berminat dalam produk-produk digital.

Berikut adalah faktor utama bagi sebuah website marketplace:

  • Seluruh transaksi online harus difasilitasi oleh website yang bersangkutan.
  • Bisa digunakan oleh penjual individual yang nantinya melakukan verifikasi melalui website marketplace ini.

Di jenis marketplace, sistem pelaksanaan e-commerce adalah via pihak ketiga, atau disebut escrow. Pihak ini menjamin kualitas keamanan transaksi.Pihak escrow ini akan memegang uang pembayaran produk e-commerce sampai produk diterima oleh pembeli.

Apabila transaksi batal, maka uang akan dikembalikan ke tangan pembeli atau uang bisa didepositkan.

Situs marketplace seperti ini lebih cocok bagi penjual yang lebih serius dalam berjualan online. Biasanya sang penjual memiliki jumlah stok barang yang cukup besar dan mungkin sudah memiliki toko fisik.

3. Electronic Shopping Mall

Smart.com Electronic shopping mallKekhasan online shopping mall di bisnis e-commerce adalah pada kepraktisan. E-commerce ini biasanya berupa situs dengan sistem checkout multi-vendor. Konsumen pun bisa check out hanya dengan satu transaksi kartu kredit.

Hal tersebut terlaksana lewat metode Affiliate Links. Beberapa situs online mall ini memakai Affiliate Links untuk menghubungkan pembelanja langsung ke sejumlah toko/vendor.

Online mall sendiri tidak secara langsung memfasilitasi pembayaran. Mereka mendapat untung dari komisi kecil dari tiap produk yang dijual melalui Affiliate Links dari online mall menuju ke toko vendor dalam jaringannya.

Sekilas, e-Mall e-commerce adalah mirip sekali dengan marketplace. Namun, ciri khas pembedanya adalah bahwa yang bisa berjualan di e-Mall umumnya haruslah vendor atau brand ternama lewat proses verifikasi yang ketat.

4. Toko online

Dhe-Dhe Online Shop Bentuk terpopuler dari e-commerce adalah jenis toko online. Prinsipnya, ini suatu situs dengan alamat website (domain) sendiri. Penjual di toko ini memilki stok produk dan menjualnya secara online kepada pembeli.

Model bisnis online ini cukup menantang, dan tentunya profitable bila dijalankan dengan serius. Anda akan berinteraksi langsung dengan pembeli via website, memasang promo, memajang display produk, sampai menangani metode pembayaran atas seluruh transaksi bisnis Anda.

Bukannya rumit, situs toko online menangani data sensitif dari pengguna – oleh sebab itu perlu ada mekanisme pengamanan khusus. Misalnya, situs toko online perlu punya sertifikat SSL terpercaya. Web hosting yang dipakai juga perlu memiliki parameter keamanan yang jelas untuk menghindari peretasan.

Wix design

Situs perancangan toko online, seperti Prestashop atau Shopify, punya fitur transaksional yang bagus. Sementara, website builder, seperti Wix dan Weebly, menawarkan perancangan website toko online yang lebih komprehensif. Misalnya, desain website profesional, berbagai plugin marketing, hingga keberadaan Customer Support yang sedia menangani problem teknis 24/7.

5. Toko online di social media

Media sosial Instagram dan Schiltman leather goods shop on InstagramFacebook kerap memuat akun lapak barang dagangan konvensional.

Uniknya lagi, sudah ada pemain lokal yang membantu penjual untuk berjualan di Facebook atau Instagram ini. Bahkan, ada startup yang bisa mengumpulkan seluruh penjual di Instagram ke dalam sebuah website untuk mempermudah pengguna dalam melakukan jual beli.

Dalam klasifikasi lain, e-commerce adalah murni jual beli produk. Namun, di sosial media muncul yang namanya social commerce. Interaksi sosial berkontribusi dalam melancarkan jual-beli barang/jasa secara online.

Lebih lanjut soal ini, silakan kunjungi peluang bisnis online yang membahas apa yang ditawarkan kemajuan online untuk pemasukan finansial Anda.

Bentuk interaksi perdagangan elektronik

Seperti umumnya interaksi dagang, e-commerce adalah hubungan bisnis antara dua atau lebih banyak pihak. Berikut ini adalah sjumlah hubungan yang menaungi suatu transaksi online.

NoNamaPenjelasan
1B2B –
Business to Business
Transaksi antara pelaku bisnis dengan pelaku bisnis lainnya. Hasilnya bisa berupa kesepakatan spesifik yang mendukung kelancaran bisnis dengan menggunakan EDI atau Electronic Data Interchange.
2B2C –
Business to Consumer
Dilakukan antara produsen dengan konsumen umum, secara online. Pihak produsen hanya menjual atau memasarkan produk ataupun jasanya dan pihak konsumen hanya sebagai pemakai atau pembeli.
3C2C –
Consumer to Consumer
Aktivitas bisnis (penjualan) yang dilakukan oleh individu (konsumen) kepada individu (konsumen) lainnya.
4C2B –
Consumer to Business
kebalikan dari Business to Consumer (B2C). Di sini, konsumen akhir bertindak sebagai penjual sedangkan perusahaan bertindak sebagai pembeli dan aktivitas ini dilakukan secara elektronik via jaringan internet.
5B2G –
Busines to Government
Merupakan turunan dari B2B, perbedaannya proses ini terjadi antara pelaku bisnis dan instansi pemerintah.
6G2C –
Government to Consumer
Merupakan hubungan atau interaksi antara pemerintah dengan masyarakat. Konsumen, dalam hal ini masyarakat, dapat dengan mudah menjangkau pemerintah sehingga memmperoleh kemudahan dalam pelayanan sehari-hari.

Peluang dan Tantangan Bisnis E-Commerce di Indonesia

Bisnis via WWW (internet) makin menjanjikan. Menurut data Statista, profit e-commerce akan mencapai US$4,88 triliun di tahun 2021. Hal tersebut ditengarai oleh makin populernya transaksi via smartphone, hampir setara transaksi via Desktop (komputer rumah)

Sementara itu, potensi e-commerce di Indonesia sendiri terbilang tinggi. Enam negara terkuat ASEAN.berkembang menyamai pesat perkembangan pasar China (25%).

Potensial e-commerce adalah cukup tinggi

Tentu, pelaku perdagangan elektronik di Indonesia bukannya tanpa tantangan. Beberapa tantangan utama e-commerce adalah keamanan transaksi online, logistik, hingga customer support.

Selain itu, tantangan mendasar dari e-commerce adalah atmosfer kolaboratif. Perlu ada sinkronisasi upaya dari seluruh industri demi hasil yang maksimal. Masalah seperti jebolnya sistem keamanan untuk transaksi online, telah menjadi pokok perhatian dari berbagai pihak. Hal ini karena keamanan transaksi akan meningkatkan trust netizen dalam berbelanja online.

Tahun 2016 pernah ditandai bobolnya sistem keamanan sebuah situs belanja online. Untungnya, pengelola situs telah mengambil langkah mengubah biodata pengguna dan mengaktifkan fitur 3DS, atau verifikasi dua tahap, untuk semua pemesanan yang memakai kartu kredit.

Masalah sistem keamananini tidak boleh diabaikan. E-commerce di Indonesia harus terus memperbaharui dan meningkatkan sistem keamanan yang sudah ada. Hal paling dasar misalnya memperkuat sistem keamanan, memperbarui sertifikat SSL, agar tercipta trust di benak para konsumen tersebut.

Gabriel (Ig: @gb.g.m) antusias mengikuti perkembangan terkini dunia web hosting dan SEO writing. Ia juga menulis cerpen eksperimental, dan esai imajinatif, di blog Tempat Duduk.

Dapatkan posting terbaru :